Anggaran Perahu Fiber Diduga Disalah Gunakan Sekcam Tikep Saat Menjabat Sebagai Plt Kades Lasama

  • Whatsapp

KABARMUBAR.COM – Bantuan Dana Desa TA 2019 didesa Lasama, Kec.Tiworo Kepulauan (Tikep), Kab.Muna Barat (Mubar), Sulawesi-Tenggara (Sultra), diduga disalah gunakan oleh Oknum Mantan Pelaksana Tugas (PLT).

Hal Tersebut di Ungkapkan Oleh Koordinator Monitoring dan Investigasi LAK-HAM INDONESIA, Jumardin SH, Sabtu (6/2/20201) sore.

Menurut Jumardin, Pihaknya menduga ada upaya penyalahgunaan anggaran dana desa Tahun 2019 pada kegiatan pengadaan bantuan perahu Fiber dengan anggaran senilai 300 Juta Rupiah.

” Hasil monitoring dan investigasi kami di lapangan, kuat dugaan anggaran 300 Juta untuk pengadaan perahu fiber diduga ada upaya markup,” Jelasnya

Jumardin mengatakan, Anggaran 300 Juta itu menurut hasil investigasinya, digunakan untuk membeli perahu fiber sebanyak 20 Buah dengan taksiran harga keseluruhan hanya dikisaran 140 Hingga 150 Juta.

” Harga perahu fiber setelah di cek cuma harga 7,5 juta paling tinggi, dan dibagikan hanya 20 Buah, sedangkan anggarannya 300 Juta, silahkan di hitung sendiri,” Ungkapnya.

Berdasarkan sumber yang diperoleh wartawan, Pelaksana Tugas (PLT) Kades Lasama Saat itu (2019 ) adalah Laode Abu Zaenal,S.sos, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Camat (Sekcam ) Tiworo Kepulauan (Tikep).

Hingga berita ini diterbitkan, Laode Abu Zaenal,S.sos Belum dapat dimintai keterangan. Saat wartawan hendak klarifikasi melalui sambungan sellulernya, telpon Sellulernya tidak di jawab.

Sekedar diketahui, Laode Abu Zaenal,S.sos, Merupakan saudara kandung kepala dinas Pariwisata dan kebudayaan kabupaten Muna Barat, La Ode Ali Kadirun.

Diberitakan Sebelumnya, Tiga Proyek Pembangunan Di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi-Tenggara (Sultra), Menuai Sorotan.

Tiga Proyek Yang dimaksud adalah, Pembuatan Jalan Setapak Pulau Indo desa lasama yang dikerjakan oleh CV Baginda Karya Utama dengan anggaran Rp. 334.684.949, Pembuatan Menara Pandang/View Deck di Pulau Indo desa lasama yang dikerjakan oleh CV.Darma Abadi dengan anggaran Rp. 246.879.247 dan Pembangunan Kios Cinderamata Khas Muna Barat yang dikerjakan oleh CV Sinar Deandra dengan anggaran Rp. 494.361.966.

Dari ketiga proyek Tersebut, dibangun pada tahun 2019 lalu, namun ketiganya diduga masuk dalam daftar proyek bermasalah dengan adanya temuan Oleh BPK RI.

Sementara kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten muna Barat,  La Ode Ali Kadirun, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa pekerjaan tersebut masuk dalam temuan BPK RI.

” Hasil Pemeriksaan BPK Ada kerugian Negara yang harus dikembalikan, namun itu semua sudah terselesaikan, ” Ujar  La Ode Ali Kadirun, Selasa (2/2/2021) Lalu.

  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *