Home / Sorotan

Selasa, 9 Februari 2021 - 14:05 WIB

Diduga Boros Anggaran Dan Tidak Memiliki Asas Manfaat, Kadis PUPR Mubar Akui Mutu Sejumlah Proyek Tidak Baik, Ini Penyebabnya

KABARMUBAR.COM – Sejumlah Proyek APBD Pemkab Muna Barat (Mubar) Tahun Anggaran 2020, Dinilai Boros Anggaran Dan Tidak Memiliki Asas Manfaat.

Hal Tersebut di Ungkapkan Oleh Jumardin SH Selaku Koordinator Tim Monitoring dan Investigasi LAK-HAM INDONESIA.

Menurut Jumardin SH, Berdasarkan Hasil Investigasinya di Lapangan, Timnya telah melakukan investigasi pada sejumlah proyek Yang bersumber dari Satuan Kerja (Satker) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Muna Barat TA 2020.

” Ada Puluhan Proyek dari PUPR Muna Barat telah kami lakukan investigasi, Namun kami menduga banyak pekerjaan yang diduga tidak sesuai bestek yang ditentukan hingga diduga terjadi Upaya Markup Anggaran,” Ujar Jumardin SH, Senin (1/2/2021) sore.

Jumardin menambahkan, Timnya yang bergerak di lapangan untuk melakukan investigasi merupakan orang-orang yang mengerti tentang perencanaan pembangunan, sehingga pihaknya menilai anggaran yang dikucurkan dinilai terlalu boros.

” Kami juga ada tim yang paham tentang perencanaan, apalagi jika berbicara masalah kualitas mutu bangunan, kami juga paham,” Tambahnya

Lanjut Jumardin,” Hampir semua anggaran Proyek dari Dinas PUPR Mubar dinilai boros anggaran,” Lanjutnya

Disinggung terkait proyek dimaksud, Jumardin tidak ingin membeberkan secara detail. Namun Pihaknya berjanji akan melaporkan sejumlah proyek PUPR dengan anggaran Yang diduga tidak masuk akal.

” Ada sejumlah proyek PUPR Mubar TA 2019-2020 akan segera kami laporkan dalam waktu dekat ini ke Mapolda Sultra, ” Tegasnya

Sementara dari Pantauan Wartawan, salah satu proyek Pembangunan Box Culver di desa mekar jaya – sangia Tiworo II Dianggarkan senilai Rp. 199.390.000 bersumber dari APBD-DAU TA 2020 masa kontraknya telah berakhir. Namun Proyek Tersebut nampak belum rampung dengan baik.

Proyek yang dikerjakan oleh CV Emerald ini, pelaksanaannya selama 50 (Lima Puluh ) Hari kalender, terhitung mulai 4 November 2020.

Diberitakan Juga Sebelumnya, Proyek Pembangunan Rehabilitasi Pemeliharaan Deucker Jalan Poros Pajala, Desa Pajala, Kecamatan Maginti, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi-Tenggara (Sultra), Disorot.

Proyek dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muna Barat ini menelan anggaran Senilai 149.500.000 TA 2020.

Proyek Dengan Nomor Kontrak 049/SPK/PPK-PUPR-BM/2020 ini diduga kuat boros anggaran.

Koordinator Tim Monitoring dan Investigasi LAK-HAM INDONESIA, Jumardin SH Kepada wartawan mengatakan, ” Anggaran yang digunakan pada proyek tersebut diduga Pemborosan,” Jelasnya, Minggu (31/1/2021) siang

Lebih Lanjut, Jumardin SH Mengatakan, ” Deucker itu dengan tujuan agar air bisa mengalir dengan baik sehingga tidak menimbulkan genangan air hingga mengakibatkan banjir, namun Deucker itu diduga tidak memiliki saluran pembuangan air,” Ujarnya

Sementara salah satu warga setempat yang tidak ingin namanya disebutkan mengatakan hal yang sama, ” Proyek tersebut sama sekali tidak memiliki asas manfaat dalam hal menangani banjir, pasalnya sama sekali tidak ada saluran pembuangan airnya.” Ungkapnya

Dari Pantauan Wartawan, Proyek tersebut terletak di samping kantor Camat Maginti atau di depan salah satu sekolah Menengah Atas (SMA), dan dikerjakan oleh CV.OMPUTO TEHNIK dengan alamat jalan gatot subroto No 48 Raha.

Dikonfirmasi Diruang Kerjanya,Senin (1/2/2021), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muna Barat, Karimin, Membantah Jika Proyek Tersebut dinilai Boros.

” Dalam perencanaan, ada namanya harga satuan yang telah di tanda tangani Oleh Bupati, jadi dalam membuat suatu pekerjaan itu berdasarkan harga satuan, jadi jika dianggap kemahalan, itulah hasil hitungannya secara tehknis, tidak mungkin kami membuat suatu program kerja jika tidak ada dasar yang kuat,” Ujar Kadis PUPR, Karimin.

Disinggung Terkait Asas Manfaat Proyek Tersebut, Karimin mengatakan ” Proyek Tersebut kedepannya pasti memiliki asas manfaat, namun untuk saat ini memang belum memiliki asas manfaat karena belum memiliki galian sebagai saluran pembuangan air.

” Untuk sekarang memang belum memiliki asas manfaat, anggaran tersebut memang hanya untuk Pembangunan Box Culver, sedangkan salurannya akan dianggarkan ditahun berikutnya,” Ujar Karimin.

Ditanya Terkait pengawasan Dinas PUPR Pada Pelaksana Proyek (Kontraktor), Kadis PUPR Mengatakan bahwa ” Pihaknya sudah melakukan pengawasan dengan baik, Namun karena keterbatas Pegawai, sehingga pihaknya sering kecolongan oleh oknum-oknum kontraktor yang tidak mengindahkan dalam kontrak yang telah ditanda tangani bersama.” Ujarnya

Sedangkan di singgung terkait Tentang mutu dan kualitas proyek, Kadis PUPR Tidak Menampik bahwa, sejumlah Bangunan proyek di mubar bangunannya terbangun tidak dengan sempurna.

” Kalau Boleh Jujur, walaupun kami telah melakukan sesuai dengan tehnis yang telah ditentukan, kami juga masih terkendala dengan bahan yang digunakan, seperti pasir, karena pasir yang kami gunakan adalah pasir laut, karena memiliki kandungan garam yang begitu tinggi, sehingga proses menyatunya semen dengan besi dan pasir mudah terurai,” Jelasnya

Lanjur Karimin, “Untuk Mengecor itu, seharusnya kita menggunakan namanya pasir kali, namun di muna barat ini, tidak ada namanya pasir kali, adanya hanya pasir Laut, kondisi ini memang dilematis,” Keluhnya.

Share :

Baca Juga

Sorotan

Tiga Proyek Dinas Pariwisata Mubar Diduga Bermasalah, BPK RI Temukan Kerugian Negara Hingga Milyaran Rupiah

Sorotan

Dermaga Pajala Yang Habiskan Anggaran 16 M Rubuh, Proyek Destinasi Pantai Pajala Ikut Disorot

Sorotan

Dugaan Korupsi Camat Tikep, Kini Dalam Penanganan Tipikor Polda Sultra

Sorotan

Ini Nama Perusahaan Yang Dinominasi Menangkan Lelang Proyek PUPR Mubar TA 2020

Sorotan

Polda Sultra Lidik 4 Terduga Pelaku Tindak Pidana Korupsi Di Muna Barat

Sorotan

Pansimas Dan Bantuan Bibit Jagung Diduga Fiktif, Kades Pajala Minta Pejabat Sebelumnya Diperiksa

Sorotan

Diduga Tidak Memiliki Asas Manfaat, Proyek Deucker Di Jalan Poros Pajala Dinilai Boros Anggaran

Sorotan

Telan Anggaran Puluhan Milyar, Proyek Lampu Hias Dan PJU-TS di Kota Laworo Disorot